Look into the sun as a new days rise.. (Stay Alive-Jose Gonzales)
11 Januari 2015,
Jam setengah 5 sore setelah berenang di Umbul Ponggok, beberapa pemuda Teknik UGM merasa tanggung untuk langsung pulang. Jarang-jarang bisa kumpul lumayan banyak gini, kita pun pergi ke Candi Ijo. Satu tempat yang katanya juga bagus buat melihat saat-saat matahari terbenam.
Dengan iring-iringan motor, dari arah Klaten, pas dekat dengan Candi Prambanan ada belokan ke kiri, ke arah Kraton Ratu Boko, kita belok. Jalan ke Candi Ijo normal-normal saja, hingga kemudian di suatu saat, jalannya naik, naik, trus, dengan kondisi jalan banyak lubang. Kalo kita pernah ke wilayah Cangkringan, ya mirip-mirip gitu jalannya. Sungguh, pastikan kondisi motor bagus untuk tanjakan, jangan bawa beban berat, kalo anda dan teman anda sama-sama berat, mending pindah boncengan motor. Kasian motornya.
Up..Up..Up..
Sampai menemukan tempat parkir, dan disitulah letak Candi Ijo. Di ketinggian bukit, lebih tinggi dari Candi Abang. Dari sini terlihat hijau sawah, hutan, dan keliatan juga landasan Bandara Adisutjipto, jalan Ring-Road, Jalan Solo, dan rumah-rumah warga di bawah.
Keren coy.
Dan.. Murah. Kita hanya bayar parkir Rp. 2000,00 aja.
Baru banget nyampe
Dari Arah Depan
Candinya ada di atas, mesti naik dulu
Pelataran Candi Ijo, tampaknya beberapa bangunan candi masih belum lengkap, terlihat beberapa batu yang belum disusun
Para Sunset Catcher. Menunggu saat-saat terakhir matahari terbenam.
Bulet banget ya mataharinya
Di Candi Ijo, waktu berkunjung dibatasi hanya sampai maghrib, atau matahari terbenam, setelah itu ada satpam yang naik mengingatkan semua pengunjung untu trun, lalu pulang, sambil membawa peluit.
Kami pun tidak lama disitu. Segera mengakhiri jalan-jalan awal tahun ini.
Happy Face :
Tachim (Teknik Mesin 2010), Tyo, Luqman, Oqi Alul, Baceng, Amar, Beny, Azi, Ma'ruf, Iqbal
Note : Beberapa foto sudah di upload lebih dulu di instagram @isyroqiakbar
















0 komentar:
Posting Komentar